Ibu kota tiga imperium — Romawi, Utsmaniyah, dan Turki modern — selama hampir 1.600 tahun.

Istanbul adalah kota tempat dua benua bertemu: Eropa di barat, Asia di timur, dipisah Selat Bosphorus. Berdiri sebagai Byzantium lalu Konstantinopel, kota ini menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi Timur selama seribu tahun sebelum jatuh ke tangan Sultan Mehmed II pada 29 Mei 1453 — dan menjadi pusat Kesultanan Utsmaniyah hingga 1922.
Bagi umat Islam, Istanbul menyimpan sesuatu yang tak dimiliki kota lain: makam seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Abu Ayyub al-Ansari gugur saat pengepungan kota pada 674 M, dan komplex makamnya di Eyüp Sultan menjadi tempat setiap sultan baru menyematkan pedang kebangsaan. Sejak itu, ziarah ke Istanbul bukan sekadar wisata — ia adalah penyambungan silsilah kejayaan.
Berdiri sejak 537 M — katedral Bizantium terbesar di dunia yang diubah Sultan Mehmed II menjadi masjid pada 1453, lengkap dengan kaligrafi Utsmaniyah di atas mosaik Kristiani.
Dibangun 1609–1616 oleh Sultan Ahmed I. Dindingnya dihiasi lebih dari 20.000 ubin biru İznik — asal nama 'Masjid Biru'.
Makam Abu Ayyub al-Ansari, sahabat pembawa bendera Rasulullah SAW. Kompleks ini menjadi tujuan ziarah utama setiap pengunjung muslim ke Istanbul.
Kediaman 36 sultan selama 400 tahun. Menyimpan jubah, bendera, dan pusaka kekhalifahan di Paviliun Suci.
Mahakarya Mimar Sinan (1557) untuk Suleiman Al-Qanuni — kubahnya masih menjadi siluet utama kota hingga hari ini.
Pasar tertutup tertua dunia sejak 1461, dengan 4.000 kios di 60 lorong — tempat terbaik berburu safran, Turkish delight, dan keramik İznik.
Penakluk Konstantinopel, dimakamkan di Masjid Fatih
Puncak kejayaan imperium, dimakamkan di Süleymaniye
Sahabat Rasulullah, dimakamkan di Eyüp Sultan
Arsitek agung imperium, dimakamkan di Süleymaniye
Wali Istanbul, dimakamkan di Üsküdar dan Kadırga
Kami menyiapkan rute, pemandu, dan jadwal terbaik untuk ziarah Anda — termasuk paket umroh plus Turki dalam satu perjalanan.
Tanya via WhatsApp Lihat Semua Paket